Senin, 14 Juli 2014

Musik sebagai pemersatu warga Papua

Warga Papua dari dulu hingga kini sering terlibat konflik antar suku. Hal itu terjadi sudah sejak ratusan tahun lalu, dan menjadi tradisi yang sulit diubah. Konflik bisa muncul dari hal-hal sepel maupun dari masalah sangat besar. Hanya musiklah yang kemudian berhasil mengobati rasa kehilangan dari keluarga-keluarga yang tewas berperang.
Musik sebagai pemersatu warga Papua


Lihatlah ditelevisi, banyak tayangan-tayangan yang mengabarkan bagaimana ganasnya konflik di Papua. Kemudian ada yang menginginkan untuk memodernkan Papua, sehingga tidak ada lagi pemisahaan wilayah berdasarkan suku. Ada pula yang tidak terima jika suku-suku di Papuan dimusnahkan. Karena suku adalah peninggalan nenek moyang.

Sebenarnya konflik yang muncul dari hal sepele itu bisa dihindari. Salah satunya dengan bermusik, orang Papua cenderung akan kembali mengingat alam dan menghargai sesama manusia ketika mereka menggunakan berbagai alat musik tradisional, yang dibuat dari alam. Pertikaian bisa dihindari dengan musyawarah dan diakhiri dengan bermusik bersama.

Sudah banyak contoh pertikaian yang surut karena musik. Kuncinya adalah para tetua yang berpikiran terbuka dan bercita-cita menjadikan bumi Papua lebih damai. Jika para tetua sudah bisa mengakomodir bawahannya dan menunjukkan bahwa musik dan kedamaian adalah hal utama. Niscaya peperangan dan pertumpahan darah bisa dihindari.

Bagi anda yang ingin mempelajari musik Papua, dengan terbang langsung ke Papua. Sebaiknya lebih berhati-hati serta menjaga perkataan dan sikap. Jangan sampai mereka menganggap anda sebagai perusak tradisi. Jika belum siap untuk mempelajari musik tradisional, lebih baik anda belajar instrumen modern dulu saja.

Membeli keyboard dan memperdalamnya menjadi langkah awal yang tepat, sebelum anda memutuskan untuk belajar berbagai musik tradisional di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar