Kamis, 17 Juli 2014

Pemaksaan Karakter

Ada pernah mendengar istilah pemaksaan karakter? Istilah ini sering digunakan untuk menyindir aktris-aktris yang terjun kedunia tarik suara. Sindiran ini dilontarkan lantara para musisi dadakan itu kerap kali tidak memiliki bakat bermusik. Sehingga hanya terkesan mengandalkan ketenarannya sebagai aktris untuk mendompleng karir bermusiknya.

Pemaksaan Karakter


Sebagian aktris bahkan masih mencari karakter suara apa yang pas untuknya. Disinilah kemudian pemaksaan karakter muncul. Ketika genre yang tengah booming adalah musik rock, maka rock menjadi pilihan para musisi instan untuk mendulang ketenaran. Jika dangdut yang sedang populer, maka dangdut lah yang dipilih sebagai media bermusiknya.

Akibatnya kualitas si musisi instan ini pun tidak maksimal, dan terkesan dipaksakan. Misalnya karakternya jazz, namun dia memaksakan diri bernyanyi pop. Tentunya suara yang dihasilkan tidak akan maksimal. Kemudian ada pula musisi instan yang tidak jelas memilih genre apa, hingga menghasilkan lagu yang tidak enak didengar.

Pada akhirnya para musisi instan yang memaksakan karakternya itu, lambat laun akan tergerus jaman. Seiring dengan munculnya musisi-musisi baru yang lebih berkualitas dan siap bersaing. Bagi anda yang mengalami kasus sama, sebaiknya pikirkan dulu baik-baik sebelum terjun bermusik. Jangan sampai nantinya karir bermusik hanya akan mempermalukan anda.
Sebagai bekal belilah alat musik piano, dan kuasailah instrumen musik ini. Agar setidaknya saat anda bernyanyi nanti anda bisa menutupi kekurangan diri dalam vokal, dengan kemampuan bermain piano yang aduhai. Jangan sampai pilihan pendek anda itu justru membunuh karir anda atau membuat anda tersesat antara dua pilihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar